Penting! Ini Tips Menjaga Kesehatan Jiwa di Masa Pandemi dan Banyak Bencana

- 4 Februari 2021, 06:04 WIB
Ilustrasi gangguan kecemasan. /Pixabay/1388843

Baca Juga: Santan Bisa Picu Kolesterol dan Diabetes? Ini Hasil Riset FK Universitas Jember yang Tak Terduga

Ia mengatakan, stres atau ketakutan secara berlebih dapat mengakibatkan jiwa menjadi tidak sehat. Ketakutan berlebih seringkali menjadi tidak masuk akal bagi orang lain, namun tidak bagi yang merasakan.

Orang yang merasakan ketakutan berlebih tersebut sebenarnya berada pada suatu kondisi yang memang menjadikan ketakutan tersebut wajar.

"Tidak sehat jiwa dikategorikan menjadi ringan, sedang, dan berat. Jika seseorang sudah kehilangan nilai realitas, tidak dapat mengadakan hubungan atau relasi, tidak dapat melakukan pembatasan terhadap diri sendiri dan orang lain, seperti sudah tidak merasa bahwa ia sakit, maka dikategorikan berat," terang Evy.

Baca Juga: Usai Buang Air Kecil Masih Keluar Sisanya, Biasanya Keluar saat Bangkit dari Sujud Shalat, Apa Sebabnya, Dok?

Kondisi tidak sehat jiwa yang berat, lanjut dia, sudah seharusnya diberi obat dan menjalani perawatan yang diperlukan agar orang tersebut membaik.

Namun, kata Evy, pada kondisi ringan, seperti hanya merasakan kecemasan, maka tidak diperlukan obat.

"Untuk kondisi tidak sehat jiwa yang ringan utamanya bisa dilakukan dengan refleksi diri, sehingga dapat menyadari apakah cemas yang dirasa nyata atau tidak. Refleksi diri adalah menempatkan posisi untuk mengetahui perasaan diri sendiri.

"Misalnya, saat seseorang merasa takut karena covid-19, cemas dan khawatir, bukan berarti ia tidak keluar ke mana pun. Tetapi, bukan berarti juga ketika tidak takut covid-19, sehingga beranggapan tidak perlu menaati protokol kesehatan," terangnya.

Baca Juga: Hentikan Kebiasaan Minum Antibiotik Tanpa Resep Dokter, Akibatnya Bisa Buruk

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X