Aturan Minum Obat yang Benar, Ini Alasan Ada Waktu dan Takaran Dosisnya dari Dokter

- 2 Februari 2021, 21:10 WIB
Ilustrasi obat. /Pixabay

AGROMEDIS - Badan yang sehat dambaan setiap orang. Tetapi, resiko sakit tetap selalu ada walaupun seseorang sudah berusaha menjaga kesehatan dengan baik.

Seringkali untuk mengatasi gangguan kesehatan seseorang harus meminum obat yang diresepkan dokter atau membeli obat pasaran yang ada di toko-toko.

Lantas, apakah cara minum obat selama ini sudah benar?

Pakar farmakologi Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK Unej), setiap mendapatkan obat dari dokter selalu tertulis aturan minumnya.

Misalnya, yang paling sering adalah 3 x 2 atau 3 x 3. Hal itu menunjukkan anjuran waktu yang tepat serta dosis obatnya.

Dengan demikian, kata dia, meminum obat tidak bisa mengabaikan jarak waktu obat pertama diminum dan obat berikutnya.

Untuk mengetahui waktu yang paling tepat, menurut Supangat, cukup mudah. "Jika di sana tertulis 2 kali dalam sehari, artinya obat yang kita terima
harus diminum setiap 12 jam dalam kurun waktu 24 jam," katanya.

Jika tertulis 3 kali dalam sehari, maka obat harus diminum setiap 8 jam. "Sebagai contoh, obat pertama diminum pada pukul 07.00 pagi, maka obat kedua harus diminum 8 jam setelahnya, yakni pukul 15.00 dan obat terakhir harus diminum 8 jam kemudian, yaitu pukul 23.00," terangnya.

Supangat mengatakan, obat yang diminum akan mengalami proses metabolisme dalam tubuh. Waktu minum obat yang sesuai sangat berpengaruh pada kadar obat dalam darah.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Komentar

Terkini

Terpopuler

X