• Senin, 18 Oktober 2021

Tips Perawatan Luka Bakar di Masa Pandemi yang Harus Diketahui Tenaga Medis

- Sabtu, 10 April 2021 | 20:04 WIB
Api menjadi salah satu penyebab luka bakar.
Api menjadi salah satu penyebab luka bakar.

AGROMEDIS - Meski bukan hal yang baru, perawatan luka bakar terasa berbeda jika terjadi di masa pandemi Covid-19. Karena, pada masa ini kontak dengan penderita dianjurkan untuk dilakukan seminimal mungkin.

Untuk itu perlu adanya pengetahuan khusus bagaimana cara merawat luka agar mempercepat proses penyembuhan lukanya, khususnya untuk tenaga medis. Terutama, pada perawatan luka yang memerlukan tindakan yang berulang seperti luka kronis.

Melansir dari laman Fakultas Kedokteran Universitas Jember, hal tersebut disampaikan dalam webinar Agromedis Series FK Unej yang bertajuk "Perawatan Luka Bakar di Masa Pandemi Covid-19" pada 19 Juni 2020.

Baca Juga: Ini Cara Penanganan Udel Bodong pada Bayi

Sebagai pemateri, dr. Ulfa Elfiah, M.Kes., Sp.BP-RE(K) mengatakan luka merupakan kondisi hilangnya kuntinuitas epitel dengan atau tanpa jaringan ikat di bawahnya.

Sehingga, kata dia, menimbulkan kerusakan fungsi kulit yang bisa disebabkan oleh berbagai sebab, misalnya pembedahan, trauma tajam, luka bakar, bahan kimia, gesekan atau tekanan.

Tenaga medis juga harus mengetahui fase penyembuhan luka, sehingga dengan mengetahui fase ini diharapkan dapat tahu dimana luka tersebut nantinya bermasalah. Fase tersebut terdiri dari: fase inflamasi, fase proliferasi, dan fase remodelling.

Dari klasifikasi luka, menurut terminologi tradisional, luka terbagi menjadi luka akut dan luka kronik.

Tetapi, pada terminologi modern, luka terbagi menjadi luka sembuh (healing wound) dan luka tidak sembuh (chronic non healing wound).

Baca Juga: Hal Penting yang Perlu Diketahui Supaya Tidak Takut Operasi

Saat ini teori yang dipakai dalam merawat luka adalah perawatan luka lembab (moist). Tujuannya, dengan moist dapat mengurangi inflamasi, mengurangi infeksi, mengurangi fibrosis.

Selain itu, manfaat dari suasana moist ini adalah meningkatkan aktivitas leukosit, meningkatkan kecepatan penyembuhan luka, meningkatkan kualitas jaringan parut.

"Jadi prinsipnya, jika menemui luka kering harus dibuat lembab, bila menemui luka basah juga harus dibuat lembab agar mendapat hasil yang optimal dalam penyembuhannya," tutur Ulfa.

Untuk bisa menangani luka, yang pertama harus dilakukan adalah penilaian terhadap luka yaitu apa penyebab luka, sudah berapa lama luka tersebut dialami, dan apa saja yang sudah dilakukan atau diberikan.

Selanjutnya preparasi atau persiapan perawatan luka tersebut, selain itu yang tak kalah pentingnya adalah dressing untuk memfasilitasi penyembuhan luka, dan yang terakhir adalah penutupan luka (baik menutup secara primer, sekunder, atau dibantu dengan pembedahan).

Baca Juga: (Cek Fakta) Udel Bodong, Tanda Anak Nakal? Ini Kata Dokter Spesialis Bedah Anak

Yang tak kalah penting dari langkah-langkah tersebut adalah optimalisasi faktor penyembuhan lukanya baik lokal maupun sistemik.

Faktor lokal terdiri dari adakah infeksi luka, adakah jaringan mati, atau adakah sisa perdarahan, sedangkan faktor sistemik adalah status gizi, usia, penyakit kronis, dan sistem imun.

"Apabila kedua faktor ini tidak dapat kita kendalikan maka akan mengganggu proses penyembuhan dan dapat menyebabkan komplikasi," katanya.

Ulfa melanjutkan, menurut Prof. David Perdana Kusuma, masalah luka umumnya hanya ada tiga, yaitu infeksi, nekrotik, dan eksudat.

Dengan mengetahui permasalahan luka tersebut, kata dia, akhirnya lebih efektif dalam perawatan luka dan mempercepat proses penyembuhan lukanya.

"Misal terdapat infeksi maka yang pertama dilakukan adalah berikan antibotik dulu, supaya lebih sehat jaringannya, bila ada jaringan mati (nekrotik) artinya harus dibuang dengan cara debridement, dan bila terdapat cairan (eksudat) artinya cairannya harus diserap (absortif).

Baca Juga: Peran Anestesi dalam 4 Bidang Ilmu Medis, Salah Satunya Manajemen Nyeri

"Selain itu yang tak kalah penting adalah dressing, dressing disini bermanfaat selain itu melindungi dan menutup luka juga untuk menjaga agar luka tetap dalam kondisi moist ataulembab.

"Dalam proses perawatan luka, yang tidak boleh ditinggalkan adalah evaluasi dari setiap tindakan. Apakah penilaian terhadapa luka yang kita lakukan sudah tepat atau tidak, apakah langkah-langkah perawatan luka yang kita lakukan sudah tepat," jelasnya.***

Halaman:

Editor: Hari Setiawan

Tags

Terkini

9 Cara Atasi Asam Lambung Sebelum Konsumsi Obat

Senin, 8 Maret 2021 | 10:08 WIB

Terpopuler

X