• Rabu, 22 September 2021

5 Cara Aman Minum Obat Sendiri atau Self Medication, Jangan Pernah Diminum dengan Sembarangan

- Selasa, 2 Februari 2021 | 21:14 WIB
Ilustrasi meminum obat.
Ilustrasi meminum obat.



AGROMEDIS - Pada gangguan kesehatan yang relatif ringan, masyarakat selama ini memilih mengobati diri sendiri dengan obat yang ada di pasaran (self medication).

Pada sakit yang lazim ditemui, seperti pusing, maag, atau demam, orang biasa minum obat-obatan yang dijual bebas di pasaran.

Tetapi, masyarakat harus tetap memperhatikan cara aman mengobati diri sendiri dengan obat yang beredar di pasaran.

Baca Juga: Petani Banyak Terabaikan, Fakultas Kedokteran Universitas Jember Konsen sebagai Pusat Kedokteran Pertanian

Berikut tips self medication, seperti anjuran dr Supangat, Sp.BA., M.Kes., Ph.D., farmakolog Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK Unej).

1. Konsultasi ke Dokter

Pada sakit yang sama, sebenarnya tidak bisa diterapkan pada semua orang.

"Sebab, harus disesuaikan dengan kondisi tubuh kita, bagaiamana cara mengetahuinya? Cara yang paling aman adalah memastikan dengan dokter untuk kebutuhan obat sesuai dengan kondisi tubuh kita pada saat memerlukannya," terang Supangat.

Masyarakat, kata dia, tidak dianjurkan untuk memakai obat orang lain karena tidak baik dan membahayakan. Penyakit yang sama pada orang yang berbeda, obatnya pun akan menjadi berbeda. Apalagi jika memerlukan antibiotik atau jenis obat lainnya.

2. Cek Kedaluwarsa

Cara aman lainnya, menurut dia, mengecek tanggal kadaluwarsa obat. Obat sebagai bahan kimia ada expire date-nya.

Apalagi menemukan obat yang tanggal kadaluwarsanya sudah buram atau tidak ada, sebaiknya jangan digunakan karena tidak jelasnya informasi tersebut bisa jadi menyebabkan bahaya bagi tubuh.

3. Periksa Ciri Fisik Obat

Selain mengecek expire date, obat masih bisa dipakai atau tidak terlihat dari ciri fisiknya.

"Contohnya pada sebuah obat berbentuk pil. Apabila bentuknya sudah tidak kompleks lagi, yakni menggumpal, kita harus waspada.

"Yang kedua adalah apabila obat sudah ditumbuhi jamur dan warnanya sudah pudar. Jika obat berbentuk sirup, dikatakan kadaluwarsa apabila yang awalnya berwana bening kemudian berubah menjadi keruh, kecuali pada sirup yang memang berbentuk suspensi.

"Pada jenis obat sirup yang demikian pun ada batas waktunya. Setelah dicampur dengan cairan, obat tersebut hanya boleh dipakai kurang dari dua minggu. Setelah itu sudah tidak boleh digunakan lagi," tuturnya.

Baca Juga: Aturan Minum Obat yang Benar, Ini Alasan Ada Waktu dan Takaran Dosisnya dari Dokter

Untuk salep, kata dia, apabila sudah sembuh dan tidak digunakan lagi sebaiknya dibuang saja meskipun masih ada sisa. Karena dikhawatirkan akan membayakan jika dipakai lagi di kemudian hari.

4. Periksa Label Obat

Masyarakat juga mengetahui label obat yang berbentuk lingkaran. Ada 3 jenis label lingkaran berwarna.

Label hijau, artinya obat tersebut adalah obat bebas. Berarti masyarakat boleh membelinya sendiri dan bisa dikonsumsi sendiri dalam jumlah banyak dan jangka waktu cukup panjang.

Lingkaran berwarna biru, artinya bebas terbatas. Obat ini berarti bebas dibeli dengan resep dokter tetapi juga terbatas digunakan dengan jangka waktu tertentu.

Yang terakhir adalah lingkaran berwarna merah dengan huruf K. Artinya adalah obat tersebut terbatas dan harus dibeli hanya dengan menggunakan resep dokter.***

Editor: Hari Setiawan

Tags

Terkini

9 Cara Atasi Asam Lambung Sebelum Konsumsi Obat

Senin, 8 Maret 2021 | 10:08 WIB
X