Makan Lebih Banyak Protein Nabati Dapat Menurukan Risiko Kematian Dini pada Wanita

- 6 Maret 2021, 18:51 WIB
Tempe merupakan sumber protein nabati.
Tempe merupakan sumber protein nabati. /Pixabay/Bintang_Galaxy

AGROMEDIS - American Heart Association menerbitkan sebuah jurnal yang di dalamnya memuat fakta bahwa wanita pascamenopause yang mengonsumsi banyak protein akan memiliki lebih sedikit risiko terkena penyakit yang menyebabkan kematian.

Salah satunya adalah penyakit jantung. Protein yang didapatkan bisa berasal dari tahu atau kacang-kacangan. Apalagi, jika mengurangi atau mengganti makan daging merah, telur, atau susu dengan kacang-kacangan bisa membantu mereka hidup lebih lama.

Sebagimana dilansir dari laman American Heart Association (AHA), penemuan ini nantinya juga bisa menjadi pedoman jumlah protein untuk diet.

Baca Juga: Apakah Anak-Anak Wajib Memakai Masker untuk Mencegah Penularan Covid-19? Ini Penjelasan WHO

Dr. Wei Bao, seorang asisten profesor epidemiologi di Universitas Iowa di Kota Iowa dan sebagai penulis utama dari studi tersebut mengatakan bahwa pada pedoman diet, nantinya akan berfokus terutama pada jumlah total protein.

"Temuan kami menunjukkan bahwa mungkin ada pengaruh kesehatan yang berbeda yang terkait dengan berbagai jenis makanan protein," katanya.

Para peneliti menganalisis diet pada lebih dari 100.000 wanita dari studi Inisiatif Kesehatan Wanita nasional yang berusia 50 hingga 79 tahun.

Para wanita diikuti hingga 25 tahun untuk melihat bagaimana apa yang mereka makan mempengaruhi kesehatan jangka panjang mereka.

Baca Juga: Mengandung Banyak Nutrisi, Konsumsi Buah Apel Bisa Kurangi Tekanan Darah dan Kolesterol

Halaman:

Editor: Hari Setiawan

Sumber: American Heart Association


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X