Cara Mudah Mencegah Diare yang Banyak Menyerang di Musim Hujan dan Ketika Terjadi Banjir

- 2 Februari 2021, 21:55 WIB
Ilustrasi penderita diare.
Ilustrasi penderita diare. /Pixabay

Kista tahan dalam segala kondisi, baik hujan, kering, maupun tanpa makanan sekalipun. Ia akan tetap stabil berada di luar tubuh manusia.

Baca Juga: 5 Cara Aman Minum Obat Sendiri atau Self Medication, Jangan Pernah Diminum dengan Sembarangan

"Ketika kista termakan oleh manusia, melalui makanan, minuman ataupun tangan yang kotor, ia menjadi aktif kembali dalam tubuh manusia dan menyebabkan diare,” jelasnya.

Masyarakat yang terdampak banjir, menurut dia, biasanya kekurangan air bersih. Lingkungan sekitarnya kotor. Sehingga memungkinkan sekali penularan patogen penyebab diare tersebut.

“Menular tidaknya diare tergantung pada penyebabnya. Apabila penyebabnya adalah infeksi bakteri, virus atau protozoa, maka sangat memungkinkan menular.

"Apalagi pada kondisi banjir saat ini fasilitas MCK sangat terbatas, inilah yang meningkatkan resiko penularan atau penyebaran diare,” terangnya.

Baca Juga: Ini Langkah Fakultas Kedokteran Universitas Jember Menjadi Pusat Agromedis Asia Tenggara 2025

Diare yang disebabkan oleh amuba, sambung Bagus, berbeda dari diare pada umumnya. Diare ini sifatnya BAB terus-menerus, namun hanya sedikit serta disertai lendir dan darah.

Untuk memastikan apakah seseorang terjangkit diare, lanjut dia, perlu diperhatikan frekuensi BAB, apakah lebih dari 3 kali atau belum. Kemudian bentuk BAB, apakah lembek, cair, atau padat.

"Volume dan warnanya seperti apa? Serta apakah ada lendir dan darah? Minimal hal tersebut akan memberi petunjuk apakah diare yang terjadi disebabkan oleh bakteri, virus, atau protozoa," urainya.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Terkini

Terpopuler

X