• Rabu, 22 September 2021

Deteksi dan Penemuan Dini Balita Gizi Buruk dan Balita Berisiko Kekurangan Gizi

- Selasa, 17 Agustus 2021 | 05:57 WIB
Ilustrasi balita atau bayi makan.
Ilustrasi balita atau bayi makan.

AGROMEDIS - Gizi buruk tidak hanya menjadi masalah kesehatan di Indonesia saja, namun juga termasuk masalah kesehatan dunia.

Oleh sebab itu, gizi buruk tentu tidak diharapkan terjadi pada anak karena selain berdampak pada perkembangan otak, gizi buruk juga bisa menyebabkan kematian.

Pencegahan gizi buruk pada anak dapat dicegah sejak dari masa remaja ibu atau sebelum kehamilan.

Baca Juga: Dua Jenis Olahraga dan Manfaatnya Bagi Penderita Penyakit Kronis

Selain itu juga harus memperhatikan masa kehamilan, masa menyusui hingga masa postnatal sampai balita usia 5 tahun.

Tidak hanya melakukan tindakan pencegahan, dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Jember Dina Ayu Safitri, S.Ked mengatakan, orang tua perlu tahu bagaimana cara deteksi dan penemuan dini terkait balita yang mengalami gizi buruk maupun yang berisiko kekurangan gizi.

"Untuk deteksi dan penemuan dini dapat dilakukan diberbagai tempat seperti posyandu, poskesdes, pustu, praktik mandiri, Bina Keluarga Balita dan bahkan bisa juga dilakukan di PAUD atau Taman Kanak-kanak," katanya.

Semua balita, lanjut dia, juga harus mempunyai buku KIA (Kesehatan Ibu dan Anak). Seperti yang diketahui, buku KIA dapat memudahkan orangtua maupun petugas kesehatan dalam melakukan pemantauan status gizi dari balita.

Baca Juga: Panduan Nutrisi bagi Penderita Diabetes Melitus, Perhatikan 3J

Halaman:

Editor: Hari Setiawan

Tags

Terkini

X