Kenali Masalah Stunting pada Anak dan Cara Menghadapinya, Berdampak Besar ke Kecerdasan

- 2 Maret 2021, 05:58 WIB
Ilustrasi balita.
Ilustrasi balita. /PIXABAY/yalehealth

AGROMEDIS - Tidak semua masyarakat mengetahui apa yang disebut stunting. Padahal, di Indonesia cukup banyak balita yang mengalami stunting.

Dilansir dari laman P2PTM Kementerian Kesehatan (Kemenkes), stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama.

Sehingga, mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yakni tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya.

Baca Juga: Pemerintah Izinkan Pelaksanaan Vaksin Gotong Royong untuk Penanganan Covid-19

Stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas manusia Indonesia. Selain itu, juga ancaman terhadap kemampuan daya saing bangsa.

Hal ini dikarenakan anak stunted, bukan hanya terganggu pertumbuhan fisiknya (bertubuh pendek/kerdil) saja. Melainkan juga terganggu perkembangan otaknya, yang akan sangat mempengaruhi kemampuan dan prestasi di sekolah, produktivitas, dan kreativitas di usia-usia produktif.

Setiap anak beresiko abnormal dalam proses perkembangannya. Seperti yang tercantum pada laman Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK Unej), proses anak untuk mengalami stunting apapun penyebabnya secara umum dapat berdampak pada beberapa kondisi.

Baca Juga: Sistem Imun Tubuh Yang Baik Mampu Kurangi Resiko Tertular Covid-19

Yaitu, perawakan pendek, kerusakan struktur dan gangguan fungsi otak, sehingga mengakibatkan gangguan tumbuh kembang jangka panjang, termasuk gangguan kognitif yang permanen.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X