Kebiasaan Memberi Makan Bayi dengan Pisang Ternyata Berbahaya, Ini Alasannya

- 22 April 2021, 22:03 WIB
Ilustrasi buah pisang.
Ilustrasi buah pisang. /PIXABAY/stevepb

AGROMEDIS - Di Indonesia terdapat sebuah program yang banyak diikuti oleh masyarakat, yaitu ASI ekslusif.

Pada program ini, bayi berusia 6 bulan pertama hanya boleh diberi ASI tanpa tambahan makanan lainnya, baik nasi, bubur, ataupun buah.

Hal tersebut dikarenakan bayi sudah tercukupi nutrisinya dengan ASI saja. Nutrisi yang terkandung dalam ASI sudah sangat lengkap, sehingga tidak perlu tambahan makanan lainnya.

Baca Juga: 7 Tips Puasa Aman bagi Orang dengan Diabetes, Salah Satunya Jangan Sampai Tidak Sahur

Namun, di sisi lain masyarakat ada yang memiliki kebiasaan memberi makan dengan pisang saat bayi tidak berhenti menangis. Kebiasaan ini diketahui telah turun-temurun dilakukan pada sebagian masyarakat Jawa dan Madura.

Padahal, menurut dr. Supangat, M.Kes., Ph.D., Sp.BA dokter spesialis bedah anak Fakultas Kedokteran Universitas Jember, hal itu sangat berbahaya.

"Pisang bisa menyebabkan sumbatan pada usus bayi. Bayi yang belum berusia 6 bulan ususnya belum kuat. Jadi, ketika diberi makan pisang maka akan terjadi sumbatan," katanya.

Baca Juga: Mengenal Kegawatdaruratan Rumah Tangga, Pengetahuan Dasar yang Perlu Diketahui

Pemberian pisang pada bayi, lanjut dia, juga masih tidak dianjurkan pada awal masa MPASI (makanan pendamping ASI). Sebaiknya diberi buah-buahan selain pisang. Karena, pisang tidak selalu dapat dipastikan kematangannya.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X