Mutasi Virus Corona Varian B117, Berbahayakah? Ini Penjelasan Ahli

- 4 Maret 2021, 23:30 WIB
Ilustrasi Covid-19 varian baru. /Pixabay /PIRO4D

AGROMEDIS - Baru-baru ini, Indonesia dihebohkan kembali dengan hadirnya varian mutasi baru virus SARSCov-2 yang baru saja terdeteksi masuk ke wilayah Indonesia, tepatnya di Jawa Barat, yaitu varian mutasi yang berasal dari Inggris, B117.

Sebelumnya, pada tahun 2020, di Indonesia juga sempat ditemukan varian mutasi lain, yaitu D614G, di daerah Yogyakarta dan Jawa Tengah. Hal tersebut dijelaskan oleh dr. Elvia Rahmi Marga Putri, pengajar di Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jember.

"Berdasarkan laporan yang terdapat di laman WHO, dan laporan penelitian di Inggris, varian B117 ini memiliki kemampuan transmisi atau penularan lebih cepat, dapat dilihat sejak pertama kali muncul di Inggris, saat ini sudah menyebar ke 82 negara.

Baca Juga: 10 Hal Yang Perlu Disiapkan Dalam Siaga Bencana di Masa Pandemi Covid-19

"Meskipun demikian, berdasarkan penelitian di Inggris, sementara didapatkan hasil inkonklusif (tidak dapat disimpulkan) apakah varian ini dapat meningkatkan resiko kematian atau tidak," katanya.

Lalu, seperti apakah gejala virus corona varian B117 ini?

Elvia menjelaskan, pada umumnya tidak ada perbedaan gejala yang berarti antara B117 dengan varian sebelumnya di Indonesia.

Gejala seperti demam, fatigue, kehilangan indra penciuman (anosmia), nyeri kepala, kehilangan indra pengecap (ageusia), batuk, masih ditemukan pada varian yang baru.

Baca Juga: Presiden Jokowi Tinjau Pelaksanaan Vaksinasi Covid-19 Pedagang Pasar Beringharjo

Ia mengakui, adanya mutasi B117 ini dapat meningkatkan potensi untuk reinfeksi. Hal ini berdasarkan studi yang dilakukan di Inggris, menyebutkan ada peningkatan jumlah kasus reinfeksi bersamaan dengan peningkatan penemuan mutasi virus pada daerah tersebut, sehingga masih mungkin terjadi potensi reinfeksi.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X