Hal-Hal yang Harus Diketahui Masyarakat Terkait Pemulasaran Jenazah Covid-19

- 19 Februari 2021, 23:12 WIB
Pemakaman jenazah Covid-19.
Pemakaman jenazah Covid-19. /Instagram.com/@tpu_srengsengsawah

AGROMEDIS - Pemulasaran jenazah pasien Cpvid-19 secara umum dilakukan dengan beberapa prosedur.

Di antaranya, menutup lubang tubuh pasien dengan kapas yang diberi disinfektan, penyemprotan atau disinfeksi, kemudian tubuh jenazah dibungkus atau diwrapping lalu dimasukkan peti jenazah.

Setelah pasien dinyatakan meninggal, dilakukan disinfeksi menggunakan cairan disinfektan. Tujuannya adalah untuk menginaktivasi virus.

Sedangkan pembungkusan menggunakan plastik dan peti mati tujuannya adalah untuk mencegah cairan-cairan tubuh dari pasien keluar atau bocor.

Baca Juga: Pertolongan Pertama Tersedak yang Harus Diketahui, Ada yang Disebabkan Benda Organik dan Non Organik

Hal itu dijelaskan oleh dr. Muhammad Afiful Jauhani, M.H., Sp.F., sebagai ahli forensik dan medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Jember.

Afif mengatakan, pasien Covid-19 yang telah dinyatakan meninggal, semua sel-sel di dalam tubuhnya tidak seketika mati. Ada sel-sel yang masih berfungsi, bahkan setelah seseorang dinyatakan meninggal.

"Pada sel-sel yang masih hidup inilah, virus Covid-19 masih dapat melakukan replikasi," ujar Afif.

Bahkan, kata dia, pada beberapa jurnal disebutkan bahwa RNA virus Covid-19 pada jenazah masih persisten hingga 35 hari setelah kematian dan virus ini masih dapat bertahan pada permukaan benda sampai beberapa hari, tergantung pada jenis bendanya.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X