Rapid Test Covid-19, Ini Perbedaan Rapid Antigen dan Rapid Antibodi

- 11 Februari 2021, 17:39 WIB
Seorang pesepeda menjalani rapid test antigen pada Operasi Yustisi Stasioner oleh Polresta Bandung, Minggu 7 Februari 2021 di kawasan Jalan Dago Bengkok menuju Lembang dan Tahura Djuanda, Kelurahan Cimenyan, Kabupaten Bandung. /Instagram.com/@polrestabandung

AGROMEDIS – Covid-19 adalah penyakit infeksi yang disebabkan virus SARS-CoV-2. Diagnosis pada penyakit ini yang paling tinggi adalah kultur untuk menemukan penyebab pasti dari infeksi.

Level diagnosis selanjutnya adalah mendeteksi materi genetiknya, yaitu pemeriksaan PCR atau Polymerase Chain Reaction. Yang berikutnya adalah diagnosis untuk mendeteksi antigen dan antibodinya.

Untuk mendeteksi adanya antigen dan antibodi saat ini adalah dengan pemeriksaan rapid test. Yaitu, rapid test antigen dan rapid test antibodi.

Baca Juga: Prebiotik dari Kelapa Muda Bisa Mencegah Kanker dan Meningkatkan Kesehatan Usus

Dr. dr. Rini Riyanti, Sp.PK sebagai ahli patologi Fakultas Kedokteran Universitas Jember (FK Unej) mengatakan, prinsip pemeriksaan rapid test adalah imunokromatografi. Imuno adalah suatu pemeriksaan yang berdasarkan reaksi antigen dan antibodi.

“Pada rapid test yang dideteksi antibodinya. Pada reagen terdapat antigen. Kalau rapid test yang dideteksi antigen, pada reagennya terdapat antibodi.

Antibodi adalah reaksi tubuh kita terhadap adanya infeksi yang masuk ke tubuh. Sehingga reaksi yang dilakukan dalam rapid test antibodi pada Covid-19 yang biasanya terdeteksi adalah 2 macam antibodi, yaitu IgM (immunoglobulin M) dan IgG (immunoglobulin G) terhadap SARS-CoV-2.

Baca Juga: Inilah Komposisi Makanan dalam Sepiring Porsi yang Dianjurkan Ahli Gizi

Sedangkan pada rapid test antigen mendeteksi protein antigennya. Pada reagennya terdapat antigen SARS-CoV-2 yang sesuai,” tuturnya.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Komentar

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X