• Senin, 18 Oktober 2021

Mata Minus, Pemakaian Kacamata Bisa Membuat Ukuran Minus Bertambah, Benarkah?

- Jumat, 19 Maret 2021 | 05:55 WIB
Kacamata menjadi alat bantu bagi yang mengalami Miopia.
Kacamata menjadi alat bantu bagi yang mengalami Miopia.

AGROMEDIS - Mata minus, dalam dunia medis dikenal dengan nama Miopia. Miopia merupakan suatu kelainan dimana sumbu bola mata memanjang dan menyebabkan bayangan atau cahaya yang masuk ke mata tidak terbentuk tepat pada saraf mata sehingga pengelihatan menjadi rabun.

Mata minus gejala utamanya adalah pengelihatan kabur ketika melihat jarak jauh.

Mata minus ketika melihat sesuatu, objeknya akan terlihat tidak jelas, sementara mata minus yang diikuti oleh silinder objek juga akan terlihat berjajar.

Menurut dokter spesialis mata Fakultas Kedokteran Universitas Jember, dr. Erwanda Fredy Purliawan, Sp.M kondisi mata minus biasanya ditemukan pada usia anak sekolah.

Baca Juga: Ini Efek Samping Rokok Elektrik atau Vape Bagi Kesehatan Tubuh

Tanda-tanda mengalami mata minus adalah ketika melihat suatu benda akan cenderung mendekat agar pengelihatan lebih jelas.

Apakah miopia atau mata minus bisa sembuh?

Fredy mengatakan, sumbu bola mata yang sudah memanjang tidak bisa memendek. Artinya, miopia tidak bisa sembuh. Sebagaimana tinggi badan manusia, apabila sudah bertambah tidak bisa berkurang kembali.

Dengan demikian hanya bisa dilakukan perawatan yaitu koreksi. Perawatan koreksi mata minus ini bisa dengan menggunakan alat bantu kacamata atau lensa kontak yang bertujuan untuk memperbaiki pengelihatan atau memastikan bayangan yang diproyeksikan tepat pada saraf mata sehingga menjadi jelas.

Baca Juga: 5 Manfaat Teh Hijau Bagi Tubuh, Salah Satunya Mencegah Kanker

Lensa ini bukanlah sebagai pengobatan, namun berperan sebagai alat bantu melihat. Seperti halnya pada orang yang mengalami gangguan pendengaran atau orang yang tidak bisa berjalan.

"Orang yang tidak bisa berjalan jika diberi tongkat tidak akan bisa sembuh namun bisa terbantu untuk berjalan.

"Dan orang yang pendengarannya menurun tidak bisa sembuh dengan alat bantu pendengaran hanya saja akan terbantu pendengarannya.

"Begitu pula dengan kacamata bagi penderita mata minus, fungsinya sebagai alat bantu untuk melihat," katanya.

Karena fungsinya yang merupakan alat bantu, maka wajar apabila pemakaian kacamata dikatakan sebagai ketergantungan.

Baca Juga: Mobile Clinic Agromedicine Bersama TBM Vertex Salurkan Bantuan Untuk Korban Banjir

Namun, yang seringkali diyakini beberapa orang, selalu memakai kacamata akan menyebabkan minus semakin bertambah.

Ternyata, hal ini tidaklah benar. Sebab, kata dia, ukuran mata minus bertambah seiring masa pertumbuhan. Sebagaimana bagian tubuh yang lain bertumbuh maka mata juga demikian.

Setelah berakhirnya masa pertumbuhan, pertambahan ukuran mata minus bisa jadi dipengaruhi oleh gaya hidup atau ukuran kacamata sebelumnya yang tidak sesuai, sehingga menyebabkan otot mata terus bekerja dan sumbu bola mata semakin memanjang.

Masa perkembangan bola mata pada remaja perempuan berhenti pada usia 19 tahun dan usia 20 tahun pada remaja laki-laki.

Baca Juga: Semangat Agromedis Membawa 3 Tim FK Unej Menangkan Penghargaan di Event IMSTC 2021

Untuk itu, evaluasi rutin pada mata harus selalu dilakukan paling cepat 6 bulan sekali atau paling lama 1 tahun sekali.

"Biasanya pada pasien dengan usia pertumbuhan, dokter mata akan menyarankan cek evaluasi kacamata minus atau miopia setiap kenaikan kelas," tutur Fredy.

Kacamata minus sebaiknya juga dipakai setiap beraktivitas yang melibatkan pengelihatan jarak jauh, misalnya sekolah, berpergian, dan berbagai aktivitas lain bukan hanya pada saat belajar saja.***

Halaman:

Editor: Hari Setiawan

Tags

Terkini

Ini Cara Penanganan Udel Bodong pada Bayi

Sabtu, 10 April 2021 | 06:11 WIB

Terpopuler

X