Lembaga Sertifikasi Profesi Mediator untuk Mediasi di Luar Pengadilan Yang Berkualitas

- 25 April 2021, 21:50 WIB
Dokter Muhammad Afiful Jauhani, M.H., Sp.F selaku assesor kompetensi dalam Uji Kompetensi Konsiliator yang dilaksanakan pada 9-11 April 2021di LSP JIMLY Surabaya.
Dokter Muhammad Afiful Jauhani, M.H., Sp.F selaku assesor kompetensi dalam Uji Kompetensi Konsiliator yang dilaksanakan pada 9-11 April 2021di LSP JIMLY Surabaya. /FK Universitas Jember

AGROMEDIS - Pasal 29 UU 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan menyebutkan bahwa dalam hal tenaga kesehatan diduga melakukan kelalaian dalam menjalankan profesinya, kelalaian tersebut harus diselesaikan terlebih dahulu melalui mediasi.

Mediasi sebagai salah satu alternatif penyelesaian sengketa di luar pengadilan sejatinya sudah lama menjadi kebiasaan dan bagian dari akar budaya masyarakat Indonesia yang mengedepankan musyawarah dalam mencapai mufakat.

Mediasi merupakan perwujudan tuntutan masyarakat atas penyelesaian perselisihan yang cepat, efektif, dan efisien.

Baca Juga: Menjaga Imunitas Tubuh Selama Puasa, Apa yang Harus Dilakukan?

Bahkan, dalam beberapa Peraturan Perundangan di Indonesia dinyatakan bahwa dalam upaya penyelesaian suatu perselisihan atau sengketa perlu lebih dahulu dilakukan upaya mediasi.

Menurut dr. Muhammad Afiful Jauhani, M.H, Sp.F., sebagai seorang dokter ahli forensik dan medikolegal Fakultas Kedokteran Universitas Jember, dalam Pasal 13 Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 dinyatakan bahwa kewajiban seorang mediator memiliki sertifikat keahlian dan/atau keterampilan mencerminkan adanya tuntutan kualitas tenaga kerja yang kompeten.

Kondisi tersebut memerlukan langkah nyata dalam mempersiapkan perangkat (standar baku) yang dibutuhkan untuk mengukur kualitas.

Baca Juga: Kebiasaan Memberi Makan Bayi dengan Pisang Ternyata Berbahaya, Ini Alasannya

Mediator sebagai suatu profesi, kata dia, tentunya perlu memiliki suatu sertifikasi profesi yang bertujuan untuk memastikan kompetensi seseorang yang telah didapatkan melalui pembelajaran, pelatihan, maupun pengalaman kerja.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

X