Terlalu Sering Begadang atau Kurang Tidur Berbahaya Bagi Petani, Ini Alasannya

- 20 Maret 2021, 23:20 WIB
Ilustrasi tidur. /PIXABAY/congerdesign

AGROMEDIS - Pada 19 Maret 2021 diperingati sebagai Hari Tidur Sedunia dengan tema "Regular Sleep, Healthy Future".

Tujuan peringatan tersebut adalah untuk mengingatkan masyarakat tentang betapa pentingnya tidur.

Mengapa tidur itu penting? Karena pada saat tidur, tubuh akan melakukan proses-proses seperti perbaikan fungsi sel, konsolidasi daya ingat, emosi dan psikis, sehingga pada saat bangun tubuh akan terasa rileks kembali dan daya ingat menjadi lebih baik.

Menurut ahli neurologi Fakultas Kedokteran Universitas Jember, dr Azham Purwandhono, M.Si., Sp.N orang yang tidak tidur selama beberapa hari akan mengalami kondisi seperti kesulitan beraktivitas, sulit berkonsentrasi, lambat dalam merespons pertanyaan, dan mudah emosi.

Baca Juga: Jangan Remehkan Salmonellosis, Kenali Penyakit yang Dapat Mengancam Jiwa Ini

Pada orang dewasa kebutuhan untuk tidur cukup 7 sampai 8 jam per hari, bagi lansia cukup sekitar 7 jam.

Sehingga sebaiknya tidak tidur terlalu lama atau tidur kurang dari kebutuhan supaya produktivitas tidak terganggu.

Dampak ini juga dapat mempengaruhi para pekerja agrikultur, misalnya petani. Akibat kurang tidur atau begadang bisa menyebabkan beberapa masalah yang nantinya dapat merugikan.

Data pasti mengenai hal tersebut di Indonesia belum ada. Tetapi, beberapa penelitian di Amerika, Cina dan Korea menunjukkan bahwa kurangnya jam tidur serta kualitas tidur yang buruk pada petani berdampak pada penurunan konsentrasi serta meningkatnya angka kecelakaan kerja hingga 60%.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Artikel Terkait

Terkini

Terpopuler

X