Petani Banyak Terabaikan, Fakultas Kedokteran Universitas Jember Konsen sebagai Pusat Kedokteran Pertanian

- 2 Februari 2021, 21:06 WIB
Petani memanen padi di Desa Limpok, Kecamatan Krueng Baruna Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Selasa, 2 Februari 2021.
Petani memanen padi di Desa Limpok, Kecamatan Krueng Baruna Jaya, Kabupaten Aceh Besar, Aceh, Selasa, 2 Februari 2021. /Antara Foto/Ampelsa/ANTARA FOTO

AGROMEDIS - Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Jember (Unej) menjadi satu-satunya FK yang terbesar di Jawa Timur bagian timur.

Untuk memperkuat positioning di ilmu kedokteran, FK Unej menempatkan dirinya sebagai pusat kedokteran pertanian di Indonesia.

Dekan FK Unej dr Supangat, Sp.BA, M.Kes, Ph.D., mengatakan, ada sejumlah alasan mengapa FK Unej menempatkan dirinya sebagai pusat kedokteran pertanian.

Ia mengatakan, alasan pertama adalah kesejarahan. Awalnya ada sebuah filsafat “botol kosong dan kelapa”. Masing-masing rumah menyerahkan satu buah biji kelapa dari masing-masing petani kepada pendiri Unej.

Sempat berdiri FK di zaman Unej masih bernama Universitas Tawangalun (Unita), FK sempat ditutup. Lalu, di era Prof Sunaryo yang guru besar pertanian, FK kembali didirikan.

"Dengan peran serta yang sangat penting dari sejarah yang melibatkan petani inilah telah mendarah daging bahwa jiwa petani ada dalam diri para dokter di fakultas kedokteran," kata Supangat.

Alasan kedua adalah fakta empiris. Supangat mengatakan, Indonesia merupakan negara agraris dengan presentase 34 sampai 35% penduduknya berprofesi sebagai petani.

"Sehari-hari masyarakat Indonesia mengonsumsi produk pertanian, yang membuat civitas akademika di fakultas kedokteran memikirkan kesehatan masyarakat dan pelaku pertanian," tuturnya.

Alasan ketiga adalah pertimbangan pentingnya kesehatan petani. Petani memiliki beberapa karakteristik pada kondisi fisiknya dan adanya resiko penyakit tertentu yang spesifik.

Halaman:

Editor: Hari Setiawan


Tags

Terkini

Terpopuler

X