• Senin, 18 Oktober 2021

Tissue Jerami Aromaterapi: Kepedulian Fakultas Kedokteran UNEJ pada Petani di Masa Pandemi

- Kamis, 23 September 2021 | 18:38 WIB

 
AGROMEDIS
 - Program peningkatan kesehatan petani kali ini dilaksanakan melalui kegiatan pengabdian masyarakat berupa penyuluhan, yang menekankan pentingnya penggunaan masker yang tepat untuk mencegah covid. Serta pelatihan membuat tissue dari jerami yang ditambahkan aromaterapi jeruk. Jerami dianggap sebagai limbah, sangat mudah ditemukan di sekitar petani di musim panen padi dan hanya dibuang atau dibakar, tidak bernilai ekonomis. Tisue aromaterapi yang terbuat dari jerami ini disisipkan ke dalam masker kain 2 lapis. Selain mencegah paparan virus covid, aroma jeruk pada tissue saat dipakai dalam masker dapat meredakan kecemasan sehingga membantu mengurangi stress yang dialami petani. Cara pembuatan tissue relatif mudah dan alat serta bahan yang tidak sulit dicari, dapat menjadi alternatif usaha petani untuk membuat sendiri tissue dan dijual sehingga menghasilkan pendapatan tambahan.

Baca Juga: Hal-hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berolahraga, Salah Satunya Kostum dan Sepatu


Kegiatan ini dilaksanakan hari Minggu, 5 September 2021 di rumah Bapak Jumantoro, desa Candijati kecamatan Arjasa, diikuti 15 peserta dengan menerapkan protokol kesehatan. Kolaborasi pemateri berasal dari Fakultas Kedokteran (dr. Ika Rahmawati), Kesehatan masyarakat (Adistha Eka N., SKM, M. Kes) dan mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Jember (Avita & Zuni). Kegiatan ini bekerjasama dengan HKTI kabupaten Jember, yang mengirimkan perwakilan ibu-ibu petani sebagai mitra pelatihan. Kegiatan berlangsung lancar dan penuh semangat, terlihat dari antusias peserta mempraktekkan cara memakai masker yang benar dan mempraktekkan pembuatan tissue dari jerami.


"Ibu-ibu petani diedukasi tentang cara menggunakan masker yang benar. Yang lebih menarik, mereka diajari untuk produktif dan inovatif lagi, memanfaatkan jerami yang biasanya dibuang menjadi bernilai ekonomis, dengan membuat tissue dari jerami. Selama ini jerami hanya untuk pakan ternak, bahan kompos dan sisanya dibakar begitu saja," kata Bapak Jumantoro. “Petani wajib tahu pentingnya 5 M dan vaksinasi untuk mencegah Covid, juga memanfaatkan jerami untuk mendapatkan penghasilan tambahan untuk petani. Ramadhanti, salah satu peserta pelatihan berharap tissue ini bisa diproduksi dalam jumlah banyak dan bisa dipakai sendiri. Jika nanti kapasitas produksi sudah besar akan dipikirkan dijual ke masyarakat.” Di akhir kegiatan juga diserahkan beberapa peralatan yang dibutuhkan untuk pembuatan tissue oleh petani.

Baca Juga: 3 Manfaat Rahasia Tempe yang Sangat Bermanfaat untuk Kesehatan


Petani merupakan golongan masyarakat yang terdampak pandemi corona. Pembatasan mobilitas membuat petani kesulitan memasarkan produk pertaniannya. Harga produk pertanian menjadi anjlok. Ditambah faktor iklim yang membuat gagal panen. Pendapatan petani menjadi turun drastis. Hal ini mencetuskan stress pada petani. Petani juga menghadapi ancaman terpapar covid selama pandemi, karena tidak mendapat informasi mengenai penyakit dan pencegahan yang benar. FK Unej dengan visi agromedis, memberikan perhatian khusus pada kesehatan petani, baik fisik maupun psikis. Kegiatan ini juga dalam rangka menyambut hari tani nasional yang diperingati tanggal 24 September. Selamat hari tani nasional. Kami bangga menjadi dokter untuk petani, serta mendukung penuh peningkatan kesejahteraan & kesehatan petani.

 

Editor: Ahmad Kodri Riyandoko

Tags

Terkini

Langkah Awal Tangani Keracunan Pestisida pada Petani

Selasa, 12 Oktober 2021 | 19:45 WIB

Terpopuler

X